cold sore

YourSite - Slogan Here!

Mari Berkenalan dengan Alat CT- SCAN (Sakit ku Inspirasi Tugas Gelombang ku)

Sebelum berkenalan dengan alat CT-Scan, bagaimana cara kerjanya simaklah sepenggal ceritaku ini. Kisahku ini lah yang melatar belakangi mengapa aku memutuskan untuk membahas suatu alat kedokteran yang modern, canggih, dan penuh ilmu Fisika di dalamnya.

Hari Minggu tanggal 13 September 2009 pukul 09:00 WIB setelah pulang dari gereja, aku memutuskan untuk mengerjakan tugas-tugas kuliahku yang sangat menumpuk. Pukul 12:00 WIB, karena kurasakan kelelahan pada mataku aku istirahat sebentar. Ya, memang kondisi kesehatanku sangat tidak baik saat itu, penyakit magh ku kambuh dan aku merasakan pusing dan nyeri di bagian kepalaku.

Pukul 13:25, aku bangun dari tidur siangku dan begitu terkejutnya aku ketika membuka mata ini semua yang aku lihat berputar-putar dan sangat kencang intensitasnya. Rasa sakit (pusing) yang aku rasakan sangat hebat dan tak bisa aku tahan sampai akhirnya aku tarik-tarik rambut ini, aku benturkan kepala ini ke lantai. Adik ku yang melihat kejadian ini memanggil papa dan mama ku yang saat itu sedang istirahat siang juga. Karena hari itu hari Minggu, tidak ada dokter yang buka. Papa ku memutuskan untuk pertolongan pertama, yaitu membawaku ke bidan dekat rumahku. Aku tak berdaya hanya bisa memejamkan mata, berjalanpun tak kuat. Bidan mendiagnosa bahwa aku terkena Vertigo dan Magh ku yang kronis. Tekanan darahku juga sangat rendah saat itu yaitu 95/70. Aku diberi obat merk MERTIGO untuk pertolongan pertama dan obat magh DEXANTA dan antibiotic yang lumayan banyak. Aku tidak bisa bangun dan hanya memejamkan mata saja. Mama ku tersayang terus berada disampingku menemaniku sambil memegangi tanganku agar aku tetap ssadar diri dan terus berdoa.

Agar lebih jelas tentang apa yang terjadi padaku, papa ku yang dulu juga pernah sakit sepertiku periksa ke dokter ahli syaraf yaitu dr. H. Suratno Sp S. Maka keesokan harinya tanggal 14 September 2009 pukul 16:30 WIB aku dibawa ke dokter tersebut, dengan kondisi yang masih lemah dan mata terpejam. Setelah menunggu beberapa saat tiba waktu ku diperiksa. Dokter memerintahkan ku membuka mata, walaupun sangat sakit dan pusing aku tetap lakukan. Dokter terkejut melihat bola mataku yang terlalu goyang dan berputar – putar. Dokter bertanya apakah telingaku berdenging, aku jawab tidak, lalu beliau bertanya kembali apa aku pernah jatuh, aku jawab tidak. Seketika itu dokter belum dapat memastikan apa yang terjadi pada ku, beliau hanya berkata “kemungkinan besar ini Vertigo yang bukan biasa!” dan dokter menyuruhku untuk melakukan Head CT-SCAN untuk mengetahui lebih jelasnya. Betapa terkejutnya aku, aku semuda ini sudah melakukan serangkaian prosedur kesehatan yang menurutku orang yang berumur saja yang melakukan semua ini. Aku dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Surakarta untuk di scan, karena RS tersebut yang dekat dari rumah dokter ku. Tak perlu menunggu lama aku melakukan proses scanning.

Inilah sebagian kisah ku tetapi sekarang yang lebih penting adalah apakah sebenarnya alat yang bernama CT-Scan itu? Dan bagaimana prosedur untuk pasien dalam melakukan scan? Serta Prinsip kerja dari alat ini?

Sebenarnya apa itu alat CT-Scan ??

Alat CT scan adalah generator pembangkit sinar-x yang bila dioperasikan oleh operator akan mengeluarkan sinar-x dalam jumlah dan waktu tertentu. Sinar x tersebut akan melewati jaringan tubuh yang diperiksa dan ditangkap oleh detektor. Oleh karena adanya perbedaan masa organ tubuh yang dilewati maka gambaran yang ditangkap juga berbeda-beda densitasnya. Inilah yang akan direkonstruksi oleh sistem komputer yang canggih sehingga menghasilkan suatu potongan gambar organ tubuh. Kira- kira seperti itulah definisi alat CT-Scan. Di bawah ini berupa gambar dari alat CT-Scan sendiri:

ct-scan

Sedangkan CT Scan adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mendapatkan gambaran dalam dari berbagai sudut kecil dari organ tulang tengkorak dan otak serta dapat juga untuk seluruh tubuh. Perlakuan yang aku terima saat itu adalah gambar dari organ otak yang ada di kepalaku ini.

Prosedur-prosedur yang dilakukan saat proses Scan adalah :

a. Posisi terlentang dengan bagian tangan, pinggang, dan paha terkendali (diblebet).
b
. Meja elektronik masuk ke dalam alat scanner.

Khusus perlakuan untukku hanya bagian kepala saja.

c. Pemantauan melalui komputer dan pengambilan gambar dari beberapa sudut
d. Selama prosedur berlangsung pasien harus diam komputer selama 20-45 menit.

Perlakuan untuk ku hanya berlangsung sekitar 15 menit saja.
e. Pengambilan gambar dilakukan dari berbagai posisi dengan pengaturan komputer.
f. Selama prosedur berlangsung perawat harus menemani pasien dari luar dengan

memakai protektif lead approan.
Mama yang menemaniku juga memakai protektif lead approan dan pakaian tebal anti

radiasi dan di posisikan di tempat yang aman agar tak terkena radiasi.

g. Sesudah pengambilan gambar pasien dirapihkan dan hasil photo dapat langsung

diambil.

Berikut ini hasil foto (gambar) otak yang dilakukan CT-Scan kepala dengan potongan 5 mm di fossa posterior dan 10 mm intra cerebral :

Hasil Photo CT-Scan

Dari gambar baris ke dua kolom pertama dilihat bahwa ada pemudaran warna berupa titik putih yang melebar. Nah, hasil pemeriksaan radiologi menyatakan bahwa system ventricle sedikit melebar, sub arahnoid space daerah melebar. Dalam bahasa awam, bahwa system dalam otak kecil mengalami gangguan keseimbangan dan pelebaran daerah frontal (kepala bagian depan). Dan hasil nya adalah aku positif sakit VERTIGO jenis gangguan otak kecil.

Kembali sedikit bercerita ya teman-teman………Dokter menganjurkan aku untuk obname, tetapi orangtuaku meminta rawat jalan saja, akhirnya oleh dokter aku bisa rawat jalan. Tetapi tanggal 15 September 2009 pukul 21:00 WIB aku mengalami rasa sakit luar biasa lagi pada daerah kepala belakangku sampai aku sempat tak sadarkan diri dan aku dilarikan ke RS dimana dokter ku praktik yaitu di RS Islam Surakarta ruang Al-Hajj no 14. Selasa malam pukul 22:30 aku sudah terbaring dengan jarum infuse dan selang oksigen melilit masuk ke saluran pernapasanku melalui hidung. Aku di rawat dari Selasa malam tangal 15 September sampai hari Jum’at sore tanggal 18 September 2009.

Kembali pada alat CT-Scan tersebut, untuk berkenalan lebih lanjut maka aku tuliskan prinsip kerja dari alat CT-Scan yang aku kutip dari www.kompas.co.id .

Bagaimana prinsip kerja alat CT-Scan ??

Dari sumber yang aku baca prinsip kerja atau cara kerja dari alat CT-Scan ini sekilas tampak sederhana namun jika memperdalam hingga akar-akarnya sangatlah rumit. Dan kompleks. Berkas radiasi yang melalui suatu materi akan mengalami pengurangan intensitas secara eksponensial terhadap tebal bahan yang dilaluinya. Pengurangan intensitas yang terjadi disebabkan oleh proses interaksi radiasi-radiasi dalam bentuk hamburan dan serapan yang probabilitas terjadinya ditentukan oleh jenis bahan dan energi radiasi yang dipancarkan. Dalam CT-Scan, untuk menghasilkan citra obyek, berkas radiasi yang dihasilkan sumber dilewatkan melalui suatu bidang obyek dari berbagai sudut. Radiasi terusan ini dideteksi oleh detektor untuk kemudian dicatat dan dikumpulkan sebagai data masukan yang kemudian diolah menggunakan komputer untuk menghasilkan citra dengan suatu metode yang disebut sebagai rekonstruksi. Proses pengumpulan data intensitas radiasi terusan pada bidang irisan obyek untuk berbagai sudut dinamakan scanning atau pemayaran.

Secara umum CT-Scan terdiri atas empat bagian pokok, yaitu sumber radiasi, sistem deteksi, manipulator mekanis, dan komputer beserta penampil. Fungsi sumber radiasi adalah menghasilkan radiasi, sumber ini dapat berupa generator sinar X atau radioisotop yang menghasilkan radiasi X. Sistem deteksi ditentukan berdasarkan jenis radiasi yang digunakan, salah satu contoh detektor yang biasa digunakan dalam CT-Scan adalah kristal natrium iodida yang “dikotori” (itu bahasa yang tepat menurutku) dengan talium (kristal NaI(Tl). Manipulator mekanis yang digunakan berfungsi menentukan geometris gerak pemayaran yang bergantung pada keduduan CT-Scan. Komputer berfungsi mengolah dan mengumpulkan data yang kemudian ditayangkan pada penampil sehingga diperoleh gambar irisan tampang lintang dua dimensi atau peta distribusi internal tiga dimensi obyek yang di mayar atau di scan. Serta satu perangkat tambahan penting yaitu digital printer khusus untuk mencetak hasil obyek yang sudah di scan.

Peta distribusi besaran fisis

Citra yang dihasilkan oleh CT-Scan secara matematis dapat dipandang sebagai peta distribusi spasial parameter fisis f(x,y) dalam bidang dua dimensi tampang lintang obyek, tegak lurus sumbu z. Parameter fisis ini, yang besarnya dinyatakan dengan angka-angka, ditampilkan pada perangkat display dalam representasi warna, biasanya dalam derajat keabuan (grayscale) sehingga peta ini tampak sebagai gambar hitam putih di layar monitor. Bagian gambar yang memiliki warna paling gelap atau derajat keabuan paling tinggi merepresentasikan nilai parameter fisis yang kecil, sebaliknya bagian gambar yang paling terang atau derajat keabuan paling kecil merepresentasikan nilai parameter fisis yang besar. Parameter fisis yang ditampilkan ini bersesuaian dengan besaran fisis yang disebut koefisien atenuasi linear (linear attenuation coefficient) dan diberi lambang mu. Besarnya mu ditentukan oleh jenis bahan yang merujuk pada nomor atom (Z) dan energi radiasi (E). Jumlah intensitas radiasi terusan, selain ditentukan oleh tebal bahan, juga ditentukan oleh harga mu ini.

Singkatnya, gambar/citra yang dihasilkan oleh CT-Scan dapat dipandang sebagai peta distribusi besaran fisis, sehingga perbedaan tampilan warna atau derajat keabuan pada citra rekonstruksi menunjukkan perbedaan peta distribusi kerapatan internal obyek yang di scan.

(Sumber : www.kompas.co.id )

Begitulah kira – kira sedikit pengetahuan tentang alat CT-Scan dan sepenggal kisahku rehat dari segala aktifitas rutin selama 2 minggu. Sampai jumpa lagi pada pembahasan lebih lanjut tentang jenis-jenis detector sinar X yang digunakan pada alat CT-Scan.

By : adisti gusmavita

2 Responses to “Mari Berkenalan dengan Alat CT- SCAN (Sakit ku Inspirasi Tugas Gelombang ku)”

  1. ia said:

    hmm,,
    pacarQ mw tes ct scan juga,,
    mg aj dia gpp,, amin..

  2. Adisti Gusmavita said:

    yup semoga ga apa2…

Leave a Comment

*